WhatsApp Chat with #2019_PRABOWO_PRESIDEN

[1/29, 10:08] ‪+62 812-6694-5006‬: Harusnya mahasiswa seluruh Indonesia demo.. karena keadilan sdh emergency
[1/29, 15:31] ‪+62 812-1960-1926‬: *Iqro’ bacalah…. Jangan atasnya doang sampai bawah… Sama seperti pakai pakaian, tak mungkin pakai atasan doang pasti pakai bawahan….*

*Baca sampai selesai…*

LP Cipinang, Panggung Pertunjukan Terbesar Ahmad Dhani

Ahmad Dhani bisa menjadi martir yang memicu perlawanan besar terhadap Jokowi yang saat ini tengah berjuang mempertahankan elektabilitasnya yang terus menurun.

Oleh : Hersubeno Arief

Ada satu pelajaran berharga dan penting yang dapat kita petik dari kasus musisi Ahmad Dhani Prasetyo. Di negeri ini Anda boleh berbuat apa saja, termasuk memaki seorang capres, tapi jangan pernah jadi oposisi.

Ahmad Dhani divonis hakim 1.5 tahun penjara, dan langsung masuk tahanan karena dinilai terbukti secara sah melakukan ujaran kebencian melalui akun media sosial Twitter. Dhani dinilai memenuhi unsur pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Tiga cuitan Dhani lewat akun @AHMADDHANIPRAST yang membawanya masuk bui sebagai berikut :

Dhani Ahmad Prasetyo@AHMADDHANIPRAST

Yg menistakan Agama si Ahok… yg di adili KH Ma’ruf Amin…ADP

Dhani Ahmad Prasetyo@AHMADDHANIPRAST

Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu di ludahi muka nya – ADP

Dhani Ahmad Prasetyo@AHMADDHANIPRAST

Sila Pertama KETUHANAN YME, PENISTA Agama jadi Gubernur…kalian WARAS??? – ADP

Habiburahman Anggota Tim Advoaksi Badan Pemenangan Pemilu (BPN) Prabowo-Sandi mengaku mereka telah melaporkan 20 kasus pencemaran nama baik dan fitnah ke Bawaslu dan Bareskrim Polri, sebagian besar kepada Paslon nomor 02, tapi sampai sekarang belum satupun diproses. “Beberapa diantaranya sudah kami laporkan tiga bulan lalu,” ujarnya.

Salah satu kasus yang cukup menonjol adalah makian Bupati Boyolali Seno Samodro terhadap capres Prabowo Subianto. Menanggapi guyonan “tampang Boyolali,” Seno memaki “Prabowo Asu,” alias Prabowo Anjing. Sebuah makian tak pantas dan kasar yang dilakukan oleh seorang kepala daerah kepada seorang capres.

Kasus Ahmad Dhani bila tidak dikelola dan ditangani dengan baik, bisa menjadi semacam pemicu munculnya gerakan publik yang dipicu oleh perceived injustice. Sebuah persepsi perlakuan yang tidak adil di kalangan masyarakat.

Orang bisa saja tidak suka terhadap Ahmad Dhani. Tapi mereka juga tidak suka ada orang yang diperlakukan tidak adil. Diperlakukan sewenang-wenang. Itu semacam akal dan nalar sehat publik.

Pilihan rezim untuk bersikap keras terhadap salah satu juru kampanye Prabowo-Sandi ini sangat mengejutkan. Apalagi dilakukan hanya puluhan hari jelang pilpres.

Ahmad Dhani bagaimanapun merupakan publik figur dengan penggemar sangat besar. Kendati sering bertindak kontroversial, dia merupakan salah satu ikon industri kreatif. Salah satu figur jenius dalam industri musik Indonesia. Penggemarnya melampaui pilihan politiknya.

Ahmad Dhani bisa menjadi martir yang memicu perlawanan besar terhadap Jokowi yang saat ini tengah berjuang mempertahankan elektabilitasnya yang terus menurun.

Seharusnya kalau toh Ahmad Dhani dijatuhi hukuman, tak perlu harus diperlakukan secara keras segera masuk tahanan. Tidak ada satu alasanpun yang cukup kuat bagi hakim untuk memerintahkannya segera masuk tahanan mengingat kasusnya “hanya” berupa pelanggaran UU ITE.

Menjebloskan Ahmad Dhani langsung ke tahanan hanya menunjukkan ada kemarahan dan kebencian yang sangat besar dari rezim kepada Ahmad Dhani. Dan ini tentu sangat merugikan. LP Cipinang bisa diubah oleh Ahmad Dhani menjadi panggung pertunjukan baru. Sebuah panggung politik besar.

Dalam bidang penegakan hukum, pemerintahan Jokowi saat ini tengah mendapat sorotan tajam dalam dan luar negeri. Yang paling banyak mendapat sorotan adalah batalnya pembebasan Abu Bakar Ba’asyir, pemberian remisi terhadap pelaku pembunuhan wartawan di Bali, dan pembebasan bersyarat terhadap pembobol Bank Century Robert Tantular.

Ba’asyir batal meninggalkan LP Gunung Sindur setelah menimbulkan perdebatan internal di kalangan petinggi pemerintahan. Nyoman Susrama mantan kader PDIP yang membunuh wartawan Jawa Pos mendapat remisi dari hukuman seumur hidup menjadi hukuman penjara 20 tahun. Sementara Robert Tantular remisinya bikin publik dan pimpinan KPK hanya bisa geleng-geleng kepala.

Robert Tantular mendapat remisi 74 bulan, 110 hari atau hampir 77 bulan. Barangkali remisi ini bisa diusulkan masuk Musium Rekor Indonesia (MURI), bahkan Guiness Book of Record. Jadilah Robert bisa melenggang keluar tahanan dengan hanya menjalani 10 tahun penjara dari vonis 21 tahun penjara.

The Economist, majalah ekonomi sangat berpengaruh yang berbasis di London juga mengecam tindakan Jokowi. Dalam bahasa yang sarkas The Economist membuat berita berjudul : *“Undeserving, Indonesia’s president toys with releasing a terrorist ideologue. Tidak pantas. Mainan Presiden Indonesia dengan melepas seorang ideolog teroris.

Dalam dua pekan terakhir The Economist majalah yang sempat mengundang Prabowo untuk bicara dalam sebuah forum bergengsi The World In 2019 di Singapura, telah dua kali menulis artikel yang mengecam Jokowi.

Majalah Tempo menengarai rencana pembebasan bersyarat Ba’asyir yang kemudian dibatalkan, semua didasarkan pada pertimbangan elektabilitas Jokowi. Seperti diakui Sekjen Partai Bulan Bintang Afriansyah Ferry Noer, pembebasan Ba’asyir diusulkan oleh Yusril dengan kalkulasi akan mengerek suara Jokowi di kalangan umat Islam. PBB yang dipimpin oleh Yusril juga diuntungkan.

Namun ternyata rencana tersebut mengundang kontroversi. Perdana Menteri Australia Scott Morisson menyampaikan protes keras. Para pendukung Jokowi dari kalangan non muslim juga mengancam menarik dukungan.

Dari pemantauan di media sosial muncul reaksi yang sangat keras dan bila dikonversi ke suara berpotensi menggerus elektabilitas Jokowi sampai 4%.

Jadi semua bermuara pada kalkulasi elektabilitas. Pertimbangan kemanusiaan, dengan alasan Ba’asyir sudah sepuh hanya kemasan publik. Jokowi dan Yusril melihat status Ba’asyir bisa dikapitalisasi sebagai keuntungan politik. Kasus ini bermula dan berakhir pada elektabilitas Jokowi.

Doktrin all about electability, semua tentang elektabilitas telah menjadi ciri khas yang menonjol sangat kuat pada pemerintahan Jokowi. Entah mengapa pada kasus Ahmad Dhani doktrin ini luput diterapkan?

https://www.hersubenoarief.com/artikel/lp-cipinang-panggung-pertunjukan-terbesar-ahmad-dhani/
[1/29, 19:24] ‪+62 816-920-243‬: #SEBUAH_CATATAN_KECIL
IBARAT SEBUAH KAPAL
PEMERINTAHAN SEKARANG SUDAH OLENG DIAMBANG TENGGELAM
Apa Fakta Rasioanalnya?? Ada 11 (sebelas) Point catatan yang dapat dianalisa, yaitu :

1. Dimulai dari Sinyal pidato Megawati saat Harlah PDIP yang mengatakan Prabowo sahabat baiknya, kangen nasi goreng buatannya, lalu pas sebelum acara debat pertama Megawati dan Puan malah ajak Selfi bareng Prabowo Sandi dibelakang panggung di gedung bidakara

2. Saat acara Debat Pertama pun, sebagian Tim TKN paslon 01 malah mengajak Sandi Uno berfoto bersama..

3. Terkesan Ada ketidak kompakan antara WIRANTO dan JKW dalam sikap terutama mengenai hal terkait Pembebasan ustd ABU BAKAR BA’ASIR.

4. JK sebagai ketua TIM Penasehat TKN paslon 01 pun mulai merapat ke kubu Prabowo Sandi

5. Beberapa tokoh seperti LBP, TITO, YASONA, SUSI PUDJIASTUTI, SURYA PALOH, RUHUT SITOMPUL mulai jarang terlihat dimedia, dan berkomentar entah pada kemana??

6. Berbagai manuver kebodohan yang dilakukan pendukung paslon 01 Justru menjadi bumerang seperti kasus dukungan alumni UI versi cibitung, penyebaran Tobloid indonesia Barokah, kasus BPJS yang mulai tidak jelas , semakin menambah turunnya elektabilitas JKW-MA

7. Kampanye bangun OPINI HOAKS yang dibangun kubu petahana malah menjadi KONTRA PRODUKTIF karena rakyat semakin cerdas dan bisa menilai FAKTA yang ada, seperti isu PKI dalam lingkaran istana yang dulu dikatakan HOAKS malah sekarang menjadi semakin jelas FAKTA terlebih akibat reaksi berlebihan pihak istana saat TNI merazia buku PKI, dengan mengatakan TNI jangan LEBAY semakin membuat rakyat yakin PKI berlindung di PDIP bukanlah HOAKS

8. Tingginya SAMBUTAN RAKYAT diberbagai daerah pada pasangan Prabowo Sandi.. yang benar benar nyata serta otentik dengan bukti VIDEO rekaman. Semakin membuat kubu petahana dan relawannya frustasi. Mulailah keluar aturan aneh aneh. Ketika Bawaslu melarang sandi ber kampanye di tempat terbuka, dan KEMENINFO mulai membatasi forward whatshaap hanya 5x. Untuk menghambat penyampaian informasi mengenai DUKUNGAN RAKYAT pada PASLON 02.

9. Isu isu lama yang di goreng pendukung paslon 01 untuk menjelekkan Prabowo seperti isu pelanggar HAM, justru membuat rakyat bisa menilai. Kriminalisasi aktivis dan ulama itu justru PELANGGARAN HAM yang nyata dari kubu petahana

10. Pemilihan Cawapres dari kubu petahana pun. Tidak banyak membantu. Justru menjadi KONTRA PRODUKTIF.. terlihat dalam acara debat pertama. Lebih banyak diam bahkan pake acara ngompol segala. Semakin membuat TKN paslon 01 sendiri semakin ragu dan MALU dengan Cawapres yang diusungnya. Ditambah faktor usia yang tidak lagi layak. Sekedar Boneka untuk menarik simpati umat islam seolah kubu petahana merangkul ulama. Padahal??

11. Kasus Meikarta, dimana menyeret bupati bekasi dan Mendagri diperiksa dan dipanggil KPK, Temuan audit BPK Penyimpangan 447 proyek infrastruktur dengan kerugian Rp.45,6 Triliun, belum pernyataan MENKEU tentang 24 BUMN mengalami kerugian semakin membuat BERANTAKANNYA TIM EKONOMI petahana sekarang

Catatan catatan itu JELAS SEMAKIN membuat KEYAKINAN bahwa pemerintahan (petahana) sudah mulai tidak SOLID dan KETETERAN diterpa GELOMBANG hantaman kiri kanan yang AKHIRNYA IBARAT KAPAL mulai OLENG dan DIAMBANG TENGGELAM…
Siapa YANG MENABUR ANGIN..
AKAN MENUAI BADAI….
Semoga Semua MENJADI HIKMAH kedepan AGAR BANGSA INI SEMAKIN BAIK, RAKYAT SEMAKIN SADAR dan TERBUKA PIKIRANNYA
Amin Ya Rabballalamin
Salam PERUBAHAN 👆👆 #17April2019PrabowoPresiden

Jakarta, 29 Januari 2019
Muhammad Faizal Tanong
[1/29, 19:39] ‪+62 858-8548-7576‬: SURAT UNTUK DHANI

✍️Tb Ardi Januar

Dhan…
Seharusnya lo tidur nyenyak di rumah mewah Pondok Indah. Bukan rebahan di balik jeruji besi yang sempit, sumpek dan gerah.

Dhan…
Seharusnya lo fokus jadi musisi dan menghibur kami dengan nada, bukan malah mengajarkan kami jadi oposisi yang berujung dengan penjara.

Dhan…
Seharusnya lo duduk manis di kursi juri lomba nyanyi sambil menilai peserta audisi. Bukan malah duduk di kursi pengadilan, mengeritik kekuasaan dan menjadi korban persekusi.

Dhan…
Seharusnya lo fokus keruk duit miliaran lewan nyanyian. Bukan malah buang-buang duit buat perjuangan dan membangun basis kekuatan.

Dhan…
Seharusnya lo pikirin saja Republik Cinta sambil mengorbitkan talent baru di dapur rekaman. Bukan malah mikirin Republik Indonesia yang semakin kemari kian tak karuan.

Dhan…
Lo enggak ngiri liat teman-teman lo jadi musisi partisan? Lo enggak ngiri liat teman-teman lo terima banyak orderan dari kekuasaan? Lo enggak ngiri liat teman-teman lo keluar masuk istana diundang makan?

Dhan…
Banyak banget yang simpati sama lo. Tagar #SaveAhmadDhani dan tagar #AhmadDhaniKorbanRezim jadi trending topic seharian. Barangkali banyak teman artis yang juga simpati tapi memilih diam karena takut kehilangan orderan.

Dhan…
Lo jangan merasa sendirian. Perjuangan memang butuh pengorbanan. Lo sudah memilih berjuang bersama Prabowo. Dan kita sama-sama tau, Prabowo tidak punya sejarah meninggalkan pasukan. Kalau dikhianati orang enggak tau diri sih sering. Kita bakal terus bersama mewujudkan perjuangan.

Dhan…
Tadinya gua mau sedih lihat lo masuk penjara. Kalo perlu guling-guling di jalanan dan demo sambil bakar-bakaran di depan Cipinang. Tapi lo sendiri malah ketawa-ketawa sambil bercanda. Berjuang memang kudu riang gembira ya…

Dhan…
Ngeliat lo duduk di pesakitan tadinya gua jadi takut main facebookan. Tapi kayaknya makin banyak deh orang yang berani bersuara menyoroti kekuasaan dan ketidakadilan. Aneh, caci maki kebencian mereka bertebaran dan seakan dibiarkan. Sementara celoteh singkat lo dipermasalahkan.

Dhan…
Nanti gua titip buku "Paradoks Indonesia" ke kuasa hukum lo. Biar lo ada teman bacaan di dalam. Jangan kebanyakan baca komik, nanti kelakuan lo malah jadi aneh.

Dhan…
Nikmati babak baru ini dengan ketegaran, kegembiraan dan keikhlasan. Banyakin teman dan banyakin doa kepada Tuhan. Insya Allah sebentar lagi hasil perjuangan akan dirasakan. Kelak ketika rezim berganti, kita pastikan jangan ada lagi orang kritis yang dibungkam dengan dalih ujaran kebencian.

Dhan…
Banyak orang mengenal lo sebagai musisi. Mulai banyak juga yang mengenal lo sekarang sebagai politisi. Tapi bagi gua, lo bukan cuma sebagai musisi, bukan pula sekadar politisi. Bagi gua, lo adalah lelaki bernyali dan MARTIR PERJUANGAN…!

Tetap semangat Dhan…!

*Tulisan ini gua buat diiringi lagu yang lo ciptakan, "Hadapi dengan Senyuman…".

#SaveAhmadDhani.
[1/29, 22:48] ‪+852 5166 0774‬: *DAFTAR KORBAN REJIM PENGUASA*

*Jonru Ginting* *(penjara)*

*Bambang Tri* *Mulyono (penjara)*

*Prof Tamin Pardede (penjara)*

*Asma Dewi (penjara)*

*Ustadz Alfian Tanjung (penjara)*

*Muhammad Farhan Balatif (penjara)*

*Muhammah Hidayat Simanjuntak (persekusi)*

*Habib Bahar Smith (penjara)*

*Ahmad Dhani (penjara)*

*Habib Rizieq Sihab (persekusi)*

*Ustadz Abdul Somad (persekusi)*

*Ustadz M. Al Khathahthath (persekusi)*

*Ustadz Bachtiar Nasir (persekusi)*

*Ustadz Zulkifli (persekusi)*

*Ustadz Tengku Zulkarnain (persekusi)*

*Ustadz Felix Siauw (persekusi)*

*Gus Nur/Sugi Nur Raharja (persekusi)*

*Zainudin Arsyad (persekusi)*

*Irwansyah (persekusi)*

*Dikho Nugraha (persekusi)*

*Andry (persekusi)*

*Novel Baswedan (persekusi dan penganiayaan)*

*Hermansyah (persekusi dan penganiayaan)*

*Rahmawati Soekarno Putri (persekusi)*

*Jamran (persekusi)*

*Kivlan Zein (persekusi)*

*Adityawarman Thaha (persekusi)*

*Neno Warisman (persekusi)*

*Eko Suryo Santjoyo (persekusi)*

*Alvin Indra Al Fariz (persekusi)*

*Rizal Izal (persekusi)*

*Buni Yani (Persekusi)*

*Sri Bintang Pamungkas (persekusi)*

*Acara ILC (persekusi)*

*Ya Allah…* *Kuatkanlah mereka2 ini yg berjuang dalam menegakkan kebenaran dan keadilan…*

*Dan azablah orang2 yg mendzholimi mereka2 ini di dunia maupun di akhirat…*
.
*Aamiin…*
.
*#AhmadDhaniKorbanRezim*

😲😡👊👊✊✊✌✌

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s